Efek berhenti Botox biasanya terjadi secara bertahap. Wajah tidak langsung berubah dalam satu malam setelah melewati jadwal treatment berikutnya.
Otot Wajah Kembali Bergerak
Ketika efek botulinum toxin berkurang, sinyal antara saraf dan otot mulai pulih. Akibatnya, otot wajah kembali bergerak saat seseorang mengernyit, tersenyum, menyipitkan mata, atau mengangkat alis.
Kembalinya gerakan ini merupakan proses yang wajar. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa efek relaksasi otot sudah berkurang, bukan berarti Botox merusak otot atau mempercepat penuaan.
Garis Ekspresi Mulai Terlihat Lagi
Kontraksi otot wajah yang berulang membentuk lipatan pada permukaan kulit. Saat Botox masih aktif, gerakan tersebut berkurang sehingga garis halus dan kerutan tampak lebih samar. Setelah efeknya hilang, beberapa perubahan yang mungkin terlihat meliputi:
- Garis dahi kembali muncul saat mengangkat alis.
- Garis di antara alis terlihat ketika mengernyit.
- Kerutan di sudut mata terlihat saat tersenyum.
- Ekspresi wajah terasa lebih aktif dibandingkan saat Botox bekerja.
Perubahan ini lebih berkaitan dengan kembalinya kerutan dinamis, yaitu kerutan yang muncul saat otot bergerak. Sementara itu, kerutan statis tetap terlihat meskipun wajah sedang beristirahat dan biasanya berkaitan dengan usia, penurunan kolagen, paparan matahari, serta kondisi kulit.
Wajah Kembali Mengikuti Proses Penuaan Alami
Botox tidak menghentikan proses penuaan alami. Selama seseorang menjalani treatment, pertambahan usia, perubahan kolagen, paparan sinar ultraviolet, dan penurunan elastisitas kulit tetap berlangsung.
Karena itu, kondisi wajah beberapa tahun setelah memulai Botox mungkin berbeda dari kondisi awal. Perbedaan tersebut tidak otomatis terjadi karena seseorang berhenti Botox, tetapi juga dipengaruhi perjalanan waktu dan berbagai faktor lain.