1. Minuman Beralkohol
Alkohol menjadi salah satu asupan yang paling sering disarankan untuk dihindari menjelang dan setelah prosedur suntik estetika. Konsumsi alkohol bisa meningkatkan aliran darah serta memperbesar kemungkinan timbulnya memar atau pembengkakan.
American Society of Plastic Surgeons menyebut alkohol bisa menyebabkan memar dan pembengkakan setelah prosedur injeksi wajah. Dokter biasanya menyarankan pasien menghindari alkohol setidaknya selama 24 jam setelah treatment. Durasi tersebut bisa berbeda berdasarkan kondisi tubuh dan area penyuntikan.
2. Makanan Tinggi Garam
Makanan asin tidak merusak botox, tetapi asupan natrium berlebihan bisa membuat tubuh menahan lebih banyak cairan. Kondisi tersebut berpotensi membuat wajah terlihat sembap, terutama ketika area suntikan masih mengalami pembengkakan ringan.
Beberapa makanan tinggi garam yang sebaiknya dibatasi antara lain:
- Mi instan
- Keripik kemasan
- Daging olahan
- Makanan cepat saji
- Saus dan bumbu instan
- Makanan kalengan
Pasien tidak harus menghindari garam sepenuhnya. Cukup batasi konsumsi makanan yang sangat asin selama satu hingga dua hari pertama.
3. Makanan Sangat Pedas
Makanan pedas bisa meningkatkan sensasi panas, keringat, serta kemerahan pada wajah. Efek ini biasanya tidak memengaruhi hasil botox, tetapi bisa menambah rasa tidak nyaman setelah treatment. Pasien yang mudah mengalami flushing atau kemerahan sebaiknya memilih makanan dengan rasa lebih ringan untuk sementara waktu.
4. Makanan dan Minuman Bersuhu Sangat Panas
Sup, kopi, atau teh yang masih sangat panas bisa membuat tubuh terasa hangat dan memicu pelebaran pembuluh darah sementara. Pada pasien yang baru menjalani botox di sekitar bibir atau rahang, suhu ekstrem juga bisa meningkatkan rasa sensitif. Tunggu sampai makanan atau minuman mencapai suhu yang nyaman sebelum mengonsumsinya.
5. Makanan Keras Setelah Botox Rahang
Botox rahang bekerja pada otot masseter yang berperan dalam proses mengunyah. Setelah treatment, sebagian pasien mungkin merasakan pegal atau lelah ketika mengunyah makanan keras.
Untuk sementara, kurangi makanan seperti:
- Daging yang alot
- Kacang keras
- Permen keras
- Es batu
- Makanan yang membutuhkan kunyahan lama
Pilih makanan bertekstur lunak jika rahang terasa tidak nyaman. Namun, pasien tidak perlu menjalani diet cair kecuali dokter memberikan instruksi khusus.
6. Makanan Olahan dan Tinggi Gula
Belum ada bukti bahwa gula atau makanan olahan secara langsung mengurangi efektivitas botox. Meski begitu, pola makan tinggi gula, garam, dan lemak kurang ideal untuk mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh. Batasi minuman berpemanis, kue, makanan cepat saji, serta camilan ultra-proses. Utamakan makanan segar dengan kandungan gizi seimbang.