Perkembangan teknologi medis membuat pilihan penanganan varises semakin beragam. Beberapa metode yang dikenal dalam pedoman klinis antara lain:
1. Skleroterapi
Skleroterapi dilakukan dengan menyuntikkan bahan sklerosan ke pembuluh vena yang menjadi target. Zat tersebut membuat dinding vena mengalami reaksi dan akhirnya menutup, sehingga aliran darah beralih melalui pembuluh lain yang berfungsi lebih baik. Pada ultrasound-guided foam sclerotherapy, injeksi dilakukan dengan panduan ultrasound agar dokter dapat melihat vena selama prosedur.
Di klinik dr Ratna juga terdapat treatment skleroterapi sebagai salah satu layanan untuk spider veins maupun varises. Disini jumlah sesi dapat berbeda dan pada beberapa kondisi mungkin memerlukan tiga sesi atau lebih.
2. Endovenous Laser Treatment
Laser endovenous menggunakan energi panas untuk membantu menutup vena yang bermasalah. Setelah vena tersebut menutup, darah akan dialihkan menuju vena sehat lainnya. Pada pasien dengan varises dan gangguan aliran balik pada vena utama tertentu, endothermal ablation menjadi salah satu pilihan intervensi yang direkomendasikan setelah evaluasi klinis.
3. Radiofrequency Ablation
Radiofrequency ablation bekerja dengan prinsip yang hampir sama dengan laser, tetapi menggunakan energi radiofrekuensi untuk menghasilkan panas pada dinding vena hingga pembuluh tersebut menutup. Metode ini termasuk prosedur minimal invasif. Meski demikian, kesesuaiannya tetap bergantung pada anatomi vena dan hasil pemeriksaan.
4. Tindakan Operasi
Masih dipakai pada vena yang besar atau rumit. Dibandingkan operasi, tindakan endovena menimbulkan lebih sedikit hematoma, infeksi luka, dan nyeri, serta pemulihan lebih cepat (Siribumrungwong dkk., 2012). Dalam uji acak pada 280 pasien, kekambuhan klinis setelah 1 tahun sebesar 4,0% pada laser dan 20,4% pada operasi. Pada pengamatan lima tahun, angkanya 20,9% pada laser dan 34,3% pada operasi. Urutan tersebut menunjukkan bahwa tidak ada satu varises treatment yang otomatis menjadi pilihan terbaik untuk semua pasien.