Surabaya

Senin. Selasa. Jumat: 15.00-21.00 | Rabu-Kamis: 11.00-18.00 | Sabtu: 09.00-14.00

Kenali Varises Treatment untuk Membantu Mengatasi Varises pada Kaki

Kenali Varises Treatment untuk Membantu Mengatasi Varises pada Kaki

Thursday, 29 Oct 2026

Varises sering dianggap hanya sebagai masalah penampilan karena pembuluh darah tampak menonjol, berwarna kebiruan, atau berkelok di permukaan kaki. Padahal, kondisi ini juga dapat menimbulkan rasa berat, pegal, gatal, hingga pembengkakan. National Institute for Health and Care Excellence atau NICE memperkirakan varises yang terlihat pada tungkai dialami oleh setidaknya sepertiga populasi. Sekitar 3% hingga 6% orang dengan varises juga diperkirakan dapat mengalami ulkus vena sepanjang hidupnya.

Kondisi setiap orang tentu berbeda. Ada varises yang tidak menimbulkan keluhan berarti, tetapi ada pula yang perlahan mengganggu aktivitas sehari-hari. Karena itu, varises treatment sebaiknya tidak hanya dipilih berdasarkan tampilan pembuluh darah, tetapi juga mempertimbangkan gejala, letak vena, dan kondisi aliran darah.

Apa Itu Varises, Penyebab, dan Gejala yang Perlu Diwaspadai?

Varises merupakan pembuluh vena yang melebar dan berkelok, paling sering terlihat di kaki. Kondisi ini terjadi ketika katup vena tidak bekerja dengan baik sehingga darah mengalir kembali dan menumpuk, meningkatkan tekanan hingga pembuluh membesar. StatPearls mencatat varises dialami hingga sekitar 30% populasi umum. Faktor risikonya meliputi pertambahan usia, kehamilan, faktor genetik, serta kebiasaan berdiri atau duduk terlalu lama yang mengurangi bantuan otot kaki dalam mengalirkan darah ke jantung.

Gejala varises yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Nyeri atau rasa pegal pada kaki.
  • Kaki terasa berat atau tidak nyaman.
  • Pembengkakan.
  • Rasa gatal di sekitar vena.
  • Perubahan warna atau kondisi kulit.
  • Vena terasa keras dan nyeri.
  • Luka pada tungkai yang sulit sembuh.

Mengenal Varises Treatment

Varises treatment merupakan berbagai metode penanganan yang bertujuan mengatasi vena yang mengalami gangguan sekaligus membantu mengurangi keluhan yang muncul. Pilihan treatment tidak selalu sama untuk setiap orang. Dokter perlu mempertimbangkan lokasi vena, ukuran pembuluh, keluhan, kondisi kesehatan, serta ada atau tidaknya gangguan aliran darah.

Langkah awal biasanya sederhana: berolahraga, mengangkat kaki saat istirahat, menjaga berat badan, dan memakai stoking kompresi. Stoking setinggi lutut dengan tekanan 20 sampai 30 mmHg sering membantu mengurangi pegal dan bengkak (Society for Vascular Surgery). Bila cara ini belum cukup, varises treatment medis dapat dipertimbangkan.

Jenis Varises Treatment yang Perlu Diketahui

Perkembangan teknologi medis membuat pilihan penanganan varises semakin beragam. Beberapa metode yang dikenal dalam pedoman klinis antara lain:

1. Skleroterapi

Skleroterapi dilakukan dengan menyuntikkan bahan sklerosan ke pembuluh vena yang menjadi target. Zat tersebut membuat dinding vena mengalami reaksi dan akhirnya menutup, sehingga aliran darah beralih melalui pembuluh lain yang berfungsi lebih baik. Pada ultrasound-guided foam sclerotherapy, injeksi dilakukan dengan panduan ultrasound agar dokter dapat melihat vena selama prosedur.

Di klinik dr Ratna juga terdapat treatment skleroterapi sebagai salah satu layanan untuk spider veins maupun varises. Disini jumlah sesi dapat berbeda dan pada beberapa kondisi mungkin memerlukan tiga sesi atau lebih.

2. Endovenous Laser Treatment

Laser endovenous menggunakan energi panas untuk membantu menutup vena yang bermasalah. Setelah vena tersebut menutup, darah akan dialihkan menuju vena sehat lainnya. Pada pasien dengan varises dan gangguan aliran balik pada vena utama tertentu, endothermal ablation menjadi salah satu pilihan intervensi yang direkomendasikan setelah evaluasi klinis.

3. Radiofrequency Ablation

Radiofrequency ablation bekerja dengan prinsip yang hampir sama dengan laser, tetapi menggunakan energi radiofrekuensi untuk menghasilkan panas pada dinding vena hingga pembuluh tersebut menutup. Metode ini termasuk prosedur minimal invasif. Meski demikian, kesesuaiannya tetap bergantung pada anatomi vena dan hasil pemeriksaan.

4. Tindakan Operasi

Masih dipakai pada vena yang besar atau rumit. Dibandingkan operasi, tindakan endovena menimbulkan lebih sedikit hematoma, infeksi luka, dan nyeri, serta pemulihan lebih cepat (Siribumrungwong dkk., 2012). Dalam uji acak pada 280 pasien, kekambuhan klinis setelah 1 tahun sebesar 4,0% pada laser dan 20,4% pada operasi. Pada pengamatan lima tahun, angkanya 20,9% pada laser dan 34,3% pada operasi. Urutan tersebut menunjukkan bahwa tidak ada satu varises treatment yang otomatis menjadi pilihan terbaik untuk semua pasien.

Alur Prosedur Varises Treatment

Treatment yang tepat biasanya dimulai dari pemeriksaan, bukan langsung melakukan tindakan. Secara umum, tahapan yang mungkin dilakukan meliputi:

  1. Konsultasi awaluntuk membahas keluhan, riwayat kesehatan, obat yang sedang digunakan, dan faktor risiko.
  2. Pemeriksaan fisikuntuk melihat lokasi, ukuran, serta pola vena yang tampak.
  3. Pemeriksaan aliran darahseperti duplex ultrasound jika diperlukan untuk mengetahui sumber gangguan vena.
  4. Pemilihan treatmentberdasarkan kondisi pembuluh dan tujuan terapi.
  5. Pelaksanaan tindakansesuai metode yang sudah dipilih.
  6. Evaluasi setelah treatmentuntuk memantau kondisi vena dan respons terhadap prosedur.

Pendekatan ini penting karena pembuluh yang tampak di permukaan belum tentu menjadi sumber utama gangguan aliran darah.

Apa yang Perlu Diperhatikan Setelah Varises Treatment?

Perawatan setelah tindakan dapat berbeda tergantung jenis prosedur. Dokter juga dapat memberikan anjuran mengenai aktivitas, olahraga, penggunaan stocking kompresi, serta jadwal kontrol.

Secara umum, beberapa kebiasaan sederhana juga dapat membantu menjaga sirkulasi kaki, seperti rutin bergerak, menghindari duduk atau berdiri terlalu lama, menjaga berat badan sehat, dan meninggikan kaki saat duduk atau berbaring.

Perlu dipahami bahwa treatment tidak selalu berarti varises tidak akan pernah muncul lagi. Pembuluh darah lain tetap dapat mengalami gangguan di kemudian hari. Karena itu, evaluasi berkala penting terutama bila keluhan kembali muncul.

Konsultasikan Varises untuk Menentukan Treatment yang Sesuai di Klinik dr Ratna

Varises yang mulai menimbulkan pegal, rasa berat, pembengkakan, atau perubahan pada kulit sebaiknya tidak hanya ditutupi karena alasan kosmetik. Pemeriksaan membantu mengetahui kondisi vena serta menentukan apakah varises treatment memang diperlukan dan metode apa yang paling sesuai.

Klinik dr Ratna menyediakan layanan Varises Treatment dan Laser Vein Treatment yang ditangani dokter kulit dan kelamin, termasuk skleroterapi untuk kondisi vena tertentu. Klinik kami juga menyediakan konsultasi sebelum menentukan tindakan sehingga treatment dapat menyesuaikan kondisi masing-masing pasien.

Untuk booking konsultasi, hubungi WhatsApp atau kunjungi klinik dr Ratna yang berlokasi strategis di Kota Surabaya. Konsultasikan kondisi varises terlebih dahulu agar pilihan treatment tidak hanya berfokus pada tampilan kaki, tetapi juga mempertimbangkan kondisi pembuluh darah dan kebutuhan secara menyeluruh.

Hubungi Klinik dr Ratna untuk Dapatkan Varises Treatment Oleh Dokter Profesional!

Kunjungi Klinik dr Ratna dan temukan layanan medis kebutuhan Anda bersama dokter kecantikan dan dermatologist terbaik kami. Buat janji temu sekarang!

Artikel Terkait

Pori-Pori Hidung Besar Bikin Insecure? Ini Treatment Ampuh untuk Mengatasinya

Pori-pori hidung besar adalah kondisi yang sering menjadi ke...

Perbedaan Treatment Fraxel dan Secret RF untuk Mengatasi Pori Besar

Pori-pori yang terlihat besar sering membuat tekstur wajah t...

Prosedur Blepharoplasty, Solusi untuk Mengatasi Kelopak Mata Kendur

Seiring bertambahnya usia, tubuh kita mengalami banyak perub...

Manfaat Sofwave Treatment Non-Invasif untuk Mengencangkan Kulit

Kebutuhan akan perawatan kulit yang efektif dan terpercaya s...

Scalp Regrowth Treatment, Solusi Medis Efektif untuk Mengatasi Rambut Rontok dan Penipisan

Rambut rontok dan penipisan seringkali menjadi masalah yang ...