Berikut beberapa jenis benjolan yang sering ditangani dengan electrocauter. Meski ciri-cirinya bisa dikenali, diagnosis tetap perlu dipastikan oleh dokter.
1. Kutil Filiform
Kutil filiform adalah kutil yang bentuknya tipis dan memanjang, seperti benang kecil yang tumbuh dari kulit. Kutil ini sering muncul di sekitar hidung, mulut, dagu, atau kelopak mata.
Kutil filiform disebabkan oleh virus HPV. Karena itu, benjolan ini bisa menyebar ke area kulit lain dan menular melalui kontak langsung.
Electrocauter bisa menjadi salah satu pilihan untuk menghilangkan kutil filiform. Dokter juga mungkin menyarankan laser, cryotherapy atau terapi beku, maupun metode lain sesuai jumlah dan lokasi kutil.
Jangan memotong atau mencoba menghilangkannya sendiri. Terutama jika benjolan berada di wajah atau dekat mata, penanganannya harus lebih hati-hati.
2. Skin Tag
Skin tag biasanya terlihat seperti daging tumbuh kecil yang lunak dan menggantung. Benjolan ini sering muncul di leher, ketiak, selangkangan, bawah payudara, atau kelopak mata.
Berbeda dari kutil, skin tag tidak disebabkan oleh virus dan tidak menular. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya.
Meski begitu, skin tag bisa terasa mengganggu jika sering bergesekan dengan pakaian, tersangkut kalung, mengalami iritasi, atau mengganggu penampilan.
Electrocauter termasuk salah satu treatment yang sering digunakan untuk menghilangkan skin tag. Pilihan lainnya adalah pemotongan kecil atau terapi beku, tergantung ukuran dan lokasi benjolan.
Tetap hindari mengikat atau memotong skin tag sendiri karena bisa menyebabkan perdarahan, infeksi, atau bekas luka.
3. Keratosis Seboroik
Keratosis seboroik adalah pertumbuhan kulit jinak yang biasanya muncul pada orang dewasa. Bentuknya bisa berupa bercak atau benjolan berwarna cokelat, kehitaman, atau menyerupai warna kulit.
Permukaannya sering terasa kasar dan terlihat seperti menempel di atas kulit. Karena bentuknya, keratosis seboroik sering dikira sebagai kutil. Padahal, kondisi ini tidak menular.
Keratosis seboroik biasanya tidak berbahaya. Namun, benjolan bisa dihilangkan jika terasa gatal, mudah teriritasi, sering bergesekan, atau mengganggu penampilan.
Dokter bisa memilih electrocauter, laser, terapi beku, atau metode lain sesuai bentuk dan ketebalan benjolan.
Jika benjolan berwarna sangat gelap, berubah bentuk, atau membesar dengan cepat, sebaiknya periksakan terlebih dahulu. Beberapa kondisi kulit lain bisa terlihat mirip dengan keratosis seboroik.
4. Molluscum Contagiosum
Molluscum biasanya berbentuk benjolan kecil, bulat, dan memiliki cekungan kecil di bagian tengah. Benjolan ini bisa muncul satu per satu atau dalam jumlah banyak.
Molluscum disebabkan oleh virus dan bisa menular melalui kontak kulit atau barang yang dipakai bersama, seperti handuk.
Pada sebagian orang, molluscum bisa hilang sendiri. Karena itu, tidak semua kasus membutuhkan tindakan.
Treatment biasanya dipertimbangkan jika benjolan semakin banyak, sering meradang, terasa mengganggu, atau berisiko menular ke orang lain. Dokter bisa menyarankan obat oles, terapi beku, pengangkatan dengan alat kecil, atau prosedur berbasis panas.
Hindari menggaruk atau memencet molluscum karena virus bisa menyebar ke area kulit lain.